Pertemuan 10

Supply Chain Management (SCM)

Supply Chain Management atau SCM merupakan pendekatan manajemen yang berfokus pada koordinasi sistematis seluruh aktivitas bisnis dalam rantai pasokan, mulai dari pemasok hingga konsumen akhir, untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan.

Pengertian Supply Chain Management

SCM adalah proses pengelolaan aliran barang, informasi, dan keuangan yang terintegrasi untuk memastikan produk sampai ke konsumen dengan kualitas, jumlah, waktu, dan biaya yang optimal.

Komponen Supply Chain Management

  1. Upstream, yaitu hubungan dan koordinasi dengan pemasok bahan baku.
  2. Internal, yaitu pengendalian proses produksi dan pengelolaan bahan baku di dalam perusahaan.
  3. Downstream, yaitu proses distribusi produk hingga ke konsumen akhir.

Konsep dan Tujuan SCM

Rantai pasokan mencakup aliran material, informasi, dan finansial. Tujuan utama SCM adalah menciptakan keseimbangan antara permintaan dan pasokan, memperpendek siklus produksi dan distribusi, meningkatkan kualitas layanan, serta menekan biaya operasional.

Aktivitas dalam Supply Chain Management

Aktivitas SCM melibatkan berbagai pihak yang saling terhubung, yaitu pemasok, manufaktur, distributor, retailer, hingga pelanggan sebagai pengguna akhir.

Proses Supply Chain Management

  1. Perencanaan, meliputi strategi bisnis serta perencanaan permintaan dan pasokan.
  2. Akuisisi, yaitu proses pengadaan bahan baku dengan harga dan kualitas terbaik.
  3. Produksi, yaitu transformasi bahan baku menjadi produk jadi.
  4. Warehouse Management, mencakup penerimaan, penyimpanan, dan pengiriman barang.
  5. Order Fulfillment, yaitu proses distribusi produk secara tepat waktu.
  6. Product Returns, yaitu penanganan produk yang rusak atau tidak sesuai.

Arus dalam Supply Chain Management

SCM memiliki tiga arus utama, yaitu arus material yang bersifat fisik, arus informasi berupa data pesanan dan status, serta arus finansial yang berkaitan dengan pembayaran dan kredit.