Teknik Informatika
Perkembangan sistem informasi menjadikan teknologi sebagai tantangan tersendiri bagi manajemen. Organisasi dituntut untuk mampu mengelola teknologi informasi secara strategis agar memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Manajemen harus mampu mengevaluasi tingkat pengembalian investasi atau ROI serta memastikan bahwa investasi teknologi informasi memberikan nilai bisnis yang nyata.
Penerapan sistem informasi sering kali memerlukan redesain organisasi dan perubahan budaya kerja agar sistem dapat dimanfaatkan secara optimal.
Globalisasi menuntut penggunaan standar internasional dalam perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem komunikasi.
Organisasi perlu membangun infrastruktur teknologi informasi yang adaptif dan terintegrasi untuk mendukung kebutuhan bisnis jangka panjang.
Isu etika dan keamanan mencakup perlindungan privasi, keamanan sistem informasi, serta tanggung jawab sosial dalam penggunaan teknologi.
Pendekatan teknis berfokus pada model matematika, teknologi fisik, serta kapabilitas sistem informasi yang digunakan.
Pendekatan perilaku menekankan solusi non-teknis seperti perubahan sikap, kebijakan organisasi, serta manajemen sumber daya manusia.
Pendekatan sosioteknikal mengintegrasikan pendekatan teknis dan perilaku untuk mengoptimalkan sistem teknis dan sosial secara bersamaan.
Departemen sistem informasi terdiri dari berbagai peran seperti Chief Information Officer (CIO), Chief Security Officer (CSO), Chief Knowledge Officer (CKO), Chief Privacy Officer (CPO), programmer, system analyst, serta administrator yang bertanggung jawab dalam mengelola infrastruktur teknologi informasi organisasi.