Pertemuan 12
Sistem Informasi Manufaktur
Sejarah Perkembangan
Perkembangan sistem informasi manufaktur dimulai setelah krisis minyak
tahun 1973, yang mendorong perubahan dari sistem produksi massal menuju
sistem produksi yang lebih fleksibel dan responsif terhadap permintaan
konsumen.
Definisi Sistem Informasi Manufaktur
Sistem informasi manufaktur adalah sistem yang mendukung kegiatan produksi,
mencakup perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian proses transformasi bahan
mentah menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah.
Fungsi Sistem Informasi Manufaktur
Karakteristik Informasi
-
Product Value, yaitu informasi yang berkontribusi terhadap nilai produk.
-
Operasional, yaitu mendukung kelancaran proses produksi.
-
Personel, yaitu informasi yang penting bagi kelompok atau divisi tertentu.
-
Time, yaitu ketepatan waktu dalam penyajian informasi.
-
Accuracy, yaitu keakuratan data produksi.
Manfaat Sistem Informasi Manufaktur
- Produksi menjadi lebih efisien dan tepat waktu.
- File dan data tersimpan terstruktur dalam satu sistem.
- Informasi yang dihasilkan akurat dan dapat dipercaya.
- Otomasi sistem mempercepat hasil produksi.
Aplikasi Sistem Informasi Manufaktur dalam Bisnis
-
Akuntansi, untuk pengelolaan transaksi dan laporan keuangan.
-
Finansial, untuk perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan investasi.
-
Pemasaran, untuk analisis permintaan dan strategi promosi.
-
Sumber Daya Manusia, untuk rekrutmen, penilaian, dan manajemen karyawan.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan sistem informasi manufaktur meliputi efisiensi yang tinggi,
data yang terstruktur, serta otomasi proses produksi.
Kekurangannya antara lain membutuhkan sumber daya manusia yang terampil,
biaya implementasi yang tinggi, sistem yang sensitif, serta perlunya
maintenance secara berkala.